Saham PayPal Patut Beli Saat Turun 16% dari Titik Tertinggi 52 Minggu?

PayPal Holdings Inc

(SeaPRwire) –   PayPal (NASDAQ:PYPL), pemain fintech terkemuka, telah mendapat pujian luas atas platform ramah pengguna yang menjangkau 25 mata uang dan lebih dari 200 negara. Namun, saham tersebut mengalami kendala akhir-akhir ini, mengalami penurunan 16,5% dari puncak 52-minggunya. Meskipun mencatat kenaikan 6% yang sederhana pada tahun ini, PayPal tertinggal dari Indeks S&P 500 yang lebih luas ($SPX), yang telah melonjak sebesar 10%.

Dalam laporan pendapatan Q4 baru-baru ini, manajemen PayPal menggarisbawahi transisi yang sedang berlangsung di dalam perusahaan, mengisyaratkan potensi peningkatan kinerja keuangannya. Sementara Wall Street tetap optimis denganhati-hati mengenai prospek PayPal, mari kita selidiki apakah PayPal menyajikan peluang investasi yang menarik saat ini.

Ketahanan di Tengah Tantangan

Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti pemisahannya dari eBay pada tahun 2015 dan tekanan ekonomi makro yang berlaku, PayPal telah mempertahankan lintasan pertumbuhannya. Khususnya, peningkatan volume transaksi telah mendorong pertumbuhan pendapatan, dengan perusahaan melaporkan total 426 juta akun aktif pada tahun 2023 dan lonjakan pendapatan 8% tahun-ke-tahun menjadi $29,7 miliar. Penghasilan yang disesuaikan pada tahun 2023 juga melonjak sebesar 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih jauh lagi, PayPal telah memperkuat tim kepemimpinannya dan menunjuk CEO baru, mengisyaratkan inisiatif strategis yang siap untuk menghidupkan kembali pertumbuhan di masa mendatang.

Memanfaatkan AI untuk Pertumbuhan

PayPal telah merangkul kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah penawarannya, memperkenalkan inovasi seperti tanda terima pintar yang didukung AI dan FastLane, proses checkout yang efisien. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan mendorong efisiensi, dengan FastLane mengurangi waktu checkout hingga 40% selama fase percontohan. Selain itu, PayPal berencana untuk mengoptimalkan proses checkout lebih lanjut dengan mengintegrasikan perangkat lunak pengenalan wajah.

Operasi yang Disederhanakan untuk Keberhasilan di Masa Depan

Menyadari dampak ukurannya terhadap profitabilitas, PayPal bermaksud untuk memangkas tenaga kerja globalnya sebesar 9% pada tahun 2024, menekankan eksekusi untuk memposisikan dirinya untuk kesuksesan berkelanjutan dalam jangka panjang. Sementara manajemen mempertahankan prospek yang hati-hati, mengharapkan EPS yang disesuaikan sejalan dengan angka tahun 2023, analis mengantisipasi sedikit kenaikan bersamaan dengan peningkatan pendapatan sebesar 7%. Melihat ke depan hingga tahun 2025, baik pendapatan maupun keuntungan diproyeksikan untuk menyaksikan pertumbuhan yang kuat, mendukung optimisme mengenai kinerja PayPal di masa depan.

Wawasan Analis dan Posisi Pasar

Analis menyarankan kesabaran saat PayPal menavigasi fase transisinya pada tahun 2024, dengan Bank of America Securities dan Morgan Stanley keduanya mempertahankan peringkat “tahan”. Namun demikian, konsensus Wall Street condong ke arah sentimen “beli sedang”, dengan harga target rata-rata $69,56, menunjukkan potensi kenaikan 6,8%. Meskipun diperdagangkan pada kelipatan yang lebih rendah dibandingkan dengan rekan Block (SQ), prospek PayPal yang berwawasan ke depan dalam e-commerce dan keuangan digital membenarkan penilaiannya saat ini.

Kesimpulan

Meskipun pertumbuhan PayPal baru-baru ini mungkin tampak suam-suam kuku, transisi yang sedang berlangsung dan prospek jangka panjangnya di sektor-sektor utama seperti e-commerce dan keuangan digital menggarisbawahi potensinya. Saat kondisi ekonomi makro membaik dan inisiatif strategis terungkap, PayPal siap memberikan nilai kepada investor di masa mendatang.

Artikel ini disediakan oleh pembekal kandungan pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberi sebarang waranti atau perwakilan berkaitan dengannya.

Sektor: Top Story, Berita Harian

SeaPRwire menyampaikan edaran siaran akhbar secara masa nyata untuk syarikat dan institusi, mencapai lebih daripada 6,500 kedai media, 86,000 penyunting dan wartawan, dan 3.5 juta desktop profesional di seluruh 90 negara. SeaPRwire menyokong pengedaran siaran akhbar dalam bahasa Inggeris, Korea, Jepun, Arab, Cina Ringkas, Cina Tradisional, Vietnam, Thai, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Perancis, Sepanyol, Portugis dan bahasa-bahasa lain.